Keperawatan di Indonesia

Teknologi informasi dalam keperawatan

Posted on: May 2, 2009

Dewasa ini tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan keperawatan semakin meningkat. Masyarakat semakin tahu apa yang menjadi haknya, masyarakat semakin cerdas karena banyaknya informasi yang dapat diperoleh melalui berbagai media informasi. Disamping itu tingkat pendidikan dan kebudayaan masyarakat semakin tinggi sehingga masyarakat semakin sadar akan harkat dan martabatnya serta sadar akan hak dan kewajibannya.

Kecenderungan tersebut seharusnya menjadi pemicu bagi profesi perawat untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Pelayanan keperawatan mencerminkan kualitas pelayanan kesehatan pada umumnya karena selama 24 jam pasien diasuh oleh perawat sehingga semua data pasien, mulai dari pengkajian, tindakan dan evaluasi perkembangan diketahui oleh perawat. Namun seringkali data tersebut tidak dioptimalkan untuk kepentingan perawat, tapi justru perawat lebih sering mengumpulkan data untuk dipakai profesi lain. Padahal penghargaan dari profesi lain akan muncul saat perawat mampu memanfaatkan informasi pasien untuk melaksanakan praktek keperawatan mandiri maupun kolaboratif.

Ada satu tahap penting proses keperawatan yang sering terabaikan yaitu dokumentasi keperawatan. Dokumentasi keperawatan merupakan pencatatan semua kegiatan asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan terhadap pasien. Dokumentasi keperawatan mengandung informasi yang diperlukan untuk mengembangkan asuhan keperawatan agar lebih berkualitas. Banyak manfaat yang dapat diambil dari dokumentasi keperawatan yang baik, misalnya dokumentasi keperawatan dapat menjadi bukti hukum, akreditasi, pencapaian angka kredit, audit profesi dan informasi bagi manajemen keperawatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Namun sayang, dokumentasi keperawatan belum dilaksanakan dengan sepenuh hati.

Alasan klise yang sering kali muncul adalah kurang tenaga sehingga kurang waktu untuk mendokumentasikan asuhan, menulis membutuhkan waktu yang lama karena dokumentasi asuhan keperawatan banyak sekali. Pasien yang mempunyai satu diagnose medis dapat mempunyai beberapa diagnose keperawatan, setiap diagnose keperawatan harus dituliskan lengkap mencakup diagnose, data yang menunjang diagnose, tujuan, intervensi, implementasi, evaluasi dan catatan perkembangan pasien dari waktu ke waktu. Memang banyak sekali yang harus dituliskan, tentunya juga akan membutuhkan banyak waktu.

Tapi akankah menyerah begitu saja? Tentu tidak, ada banyak solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Misalnya dengan menerapkan teknologi informasi. Saat ini teknologi informasi kesehatan berkembang dengan sangat pesat, bahkan ada beberapa rumah sakit besar/swasta yang telah menerapkan konsep paperless untuk mempercepat komunikasi data serta untuk alas an efektivitas dan efisiensi. Bukan tidak mungkin teknologi informasi diterapkan dalam melaksanakan dokumentasi keperawatan.

Belajar dari Rumah Sakit Banyumas yang telah mencoba menerapkan teknologi informasi dalam keperawatan, tentunya ini memberikan secercah harapan untuk pengembangan lebih lanjut. Mudah-mudahan tidak berhenti dengan segala hambatan dan tantangan.

Bila dikaji lebih jauh, ternyata hampir semua aspek kegiatan keperawatan meliputi pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dapat diefektifkan dengan pemanfaatan teknologi informasi.

By : Arif WR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • None
  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Archives

%d bloggers like this: